Sudah berapa malam yang ku lewatkan
Bisu, tak bersuara
Hanya aliran darah dan denyutan nadi yang senantiasa bersenandung
Panggilan simponi yang bersenandung
Hanya sebuah penghias pemecah kesunyian
Imajinasiku melayang
Semua isi kepala pun benyanyi tak dapat berhenti
Ku diamkan dia untuk bercerita
Nyatanya ia berteriak, memberontak bahkan menjerit menunggu antian.
Tak bisa ditahan
Satu per satu dari mereka menghambur
Lalu tercecer
Dan terseok seok berjalan sekuat tenaga
Lalu siapa yang peduli
Hanya angin yang kemudian menyapa
Sedang apa kau di sana?
Minggu, 28 Januari 2018
Imajinasi
Senin, 01 Mei 2017
Buletin Clean Act Edisi 4
Bismillahirahmanirahim
Sebuah Harapan untuk Menjadi Kenyataan
Karena sampah ini adalah sampah bersama, harapan ini juga harapan bersama. Semoga hari ini, esok, atau masa selanjutnya, tingkat kesadaran masyarakat bertambah lebih baik. Semoga semakin banyak masyarakat yang antusias, peduli, dan bergerak bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan yang kita cintai ini.
Alhamdulillah, berikut ini link buletin CleanAct edisi 4.
https://goo.gl/nlv2Nj
Kali ini mengangkat isu utama Hari Bumi dan Aksi Malam DepokCleanAction...
Please, feel free to share...
#StopNyampahSembarangan
#GerakanPungutSampah
#GerakanPilahSampah
#Gerakan1000Tumbler
#indonesiabebassampah2020
#GerakanPungutSampah
#GerakanPilahSampah
#Gerakan1000Tumbler
#indonesiabebassampah2020
Selasa, 28 Februari 2017
Wajah Baru Buletin Depok Clean Actio Edisi Ke 2
Berawal dari kepedulian sekelompok masyarakat kepada lingkungan. Sekelompok masyarakat depok yang menamakan komunitas mereka Depok Clean Action, menginisiasi mereka untuk membuat Buletin elektronik yang bertajuk gerakan "Clean Action" sejak Januari 2017. Buletin yang di rilis sejak Januari 2017 ini, kini telah menerbitkan edisi ke 2 dan berganti nama dari yang sebelumnya bernama Buletin Depok Clean Action, kini berubah menjadi E-Magazine Clean Act. Nama baru ini adalah hasil dari pemilihan 31 nama yang di sarankan oleh Anggota Depok Clean Action beberapa waktu lalu yang akhirnya di saring kembali hingga akhirnya tercapai kesepakatan Tim Redaksi untuk memilih nama Clean Act. Dengan alasan, isi dari buletin ini tidak hanya tentang aksi Clean Action di Depok, melainkan harapannya sampai ke penjuru negri.
Penasaran dengan edisi kedua silakan download di link berikut:
E-Magazine Clean Act Edisi Februari 2017
https://goo.gl/7LsjAn
Namun, untuk anda yang belum membaca edisi Januari 2017. Jangan berkecil hati, dapat di klik di link
Buletin Depok Clean Action Januari 2017
https://goo.gl/ZlIuUR
Bagi Anda yang telah membacanya, ditunggu kritik dan sarannya di kolom komentar.
Senin, 16 Januari 2017
Bisakah Bapak menukar tempat duduk Bapak?
Bisakah Bapak menukar tempat duduk Bapak?
Siang ini aku masih berkumpul dengan para penumpang bis kota Jurusan Bogor - Kampung Rambutan. Pukul 13.00 WIB debu asap kendaraan bermotor semakin mengebul dan masuk tanpa permisi kedalam bus. Tak jarang sebagian orang ada yang mengenakan masker atau menutup mulutnya dengan sapu tangan. Fungsinya sebenarnya hanya untuk mengurangi gas CO2 yang masuk kedalam hidung atau bahkan terhindar dari polusi kendaraan bermotor.
"Maaf Pa, Ibu di sebelah sana sedang mengandung. Bisakah Bapak menukar tempat duduk Bapak?" Tanya Zahara kepada seorang lelaki usia 30 Tahun.
Ia pun langsung melemparkan kepala kepada sumber suara di sebelahnya yang sedang berdiri. Namun, kembali pada pandanganya yang pertama lagi. Apalagi kalau bukan Handphone Smartphonenya.
Zahara pun menjadi kesal kepada Bapak tersebut. Rasanya ia ingin menjitak Bapak itu.
Zahara pun terus memperhatikan Bapak itu dan tak mengulai ujaran minta tolongnya.
Aku yang berada di sebelah Zahara yang sedang berdiri pun tak kalah kesalnya.
Tepat ketika mataku melihat layar Handphonenya, Aku pun tanpa sengaja melihat ia mengupdate status di akun sosialnya
" Sebelahan sama wanita yang sedang berdiri di sebelahku. Kemudian matanya terus memperhatikanku yaang yang tidak mau bertukar duduk dengan Ibu hamil. Mungkin dia tidak mengetahui, bahwa aku ini memiliki disabilitas pada kaki dan Ibu Ibu itu hanya banci yang pura-pura hamil. Kemudian sampai sekarang Mahasiswi ini masih memperhatikan saya." Kutipan status akun sosial yang aku baca.
Speacles, aku pun langsung melototkan mataku dan tersontak kaget. Mungkin hal ini sering terjadi dalam hidup kita, kita sering menjudle orang lain tanpa mengetahui hal yang sebenarnya. Yuk berpikir positif mulai sekarang.
Oleh : Retno Puspitasary
Jumat, 28 Oktober 2016
Menyadarkan kepedulian lingkungan masyarakat Depok melalui Gerakan Pungut Sampah oleh Clean Action Community JABODETABEK
Relawan, Aksi Relawan dan Cara Menjadi Relawan
Minggu 16 Oktober 2016
Minggu 16 Oktober 2016
Sekelompok masyarakat
yang peduli akan sampah pada minggu 16 Oktober 2016, Clean Action Community JABODETABEK menggelar aksi gabungan perdana
bersama Depok Clean Action yang
bertempat di Balairung Universitas Indonesia, Depok. Tujuan dari aksi gabungan adalah menjalin tali silaturahmi antar relawan
edukasi lingkungan, memperkenalkan gerakan Clean Action kepada masyarakat
mengenai edukasi lingkungan secara langsung melalui program GPS (Gerakan Pungut
Sampah), dan GPS (Gerakan Pemilahan Sampah). Selain aksi gabungan Relawan Clean
Action, beberapa komunitas lain pun ikut bergabung dalam aksi ini, diantaranya
Duta Lingkungan Hidup Depok, Abang dan Nona Depok, Komunitas Earth Hour Depok,
Komunitas Pendaki Gunung Depok dan
Mahasiswa Keperawatan Universitas Indonesia.
Tidak seperti aksi Depok Clean Action setiap minggunya, dalam aksi ini dibuat dua cara
dalam pengenalan dan edukasi lingkungan karena banyaknya relawan beserta
masyarakat yang bergabung. Dua buah cara tersebut yaitu menggelar stand
kesehatan dari Mahasiswa Keperawatan
Universitas Indonesia untuk warga sekaligus pengedukasian pemilahan sampah
kepada masyarakat, pembuatan dua buah
jalur dalam pengenalan aksi secara langsung yang di pimpin oleh Meilina Ika
Kurniati dan Siti Fathona.
Acara edukasi
lingkungan ini berlangsung mulai pukul 07.00 WIB – 09.00 WIB dan ditutup dengan
evalusi dari kegiatan ini yang dipimpin oleh Donny Aryanto selaku Ketua Clean Action Community sekaligus
Direktur Eksekutif Sekolah Relawan.
Menurut Donny Aryanto,“ Awal mula
kegiatan ini dimulai oleh dua orang di Jakarta
Clean Action dan Alhamdulillah sekarang semakin banyak yang bergabung dan
saya harap semakin banyak yang bergabung.”
Adapun dalam Clean Action gabungan ini, rencananya
akan ada setiap minggu ketiga setiap bulannya dan untuk bulan selanjutnya akan
di gelar di Kota Bekasi. Harapan Donny Aryanto, dari aksi ini yaitu agar
masyarakat lebih peduli kepada lingkungan dan tidak membuang sampah
sembarangan. Sedangkan untuk para relawan diharapkan setiap minggunya dapat mengukur
dari indikator sampah yang terkumpul. Agar kedepannya Clean Action mempunyai data atas prestasi yang telah di capai untuk
lingkungan, komunitas, dan pemerintahan sendiri.
Tambahan dari Dana anggota Jakarta Clean Action, bahwa indikator
keberhasilan dari Clean Action sendiri bukan terletak dari seberapa banyak sampah
yang terkumpul saja. Melainkan juga dari seberapa banyak orang yang telah
tersedukasi dan mempraktekannya dalam lingkungan sehari-hari.
Hal yang sama
diutarakan oleh Oki Rizki Al-Malik anggota Depok
Clean Action, pemilihan tempat Balairung Universitas Indonesia adalah
tempat kedua setelah sebelumnnya di Car
Free Day Grand Depok City.
Alasannya adalah tempat ini lebih mengedukasi masyarakat dibandingkan dengan Car Free Day. Selain itu, harapan dari Depok Clean Action sendiri adalah agar
Mahasiswa dari Universitas Indonesia pun dapat tergabung bersama komunitas ini
dan teredukasi oleh kami. Karena menurut kami cerdas itu bukan hanya pada nilai
akademik tetapi juga pada sikap terhadap lingkungannya.
YUK STOP NYAMPAH SEMBARANGAN!
MALU DONG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!
Ditulis Oleh : Retno Puspitasary
Dokumentasi 16 Oktober 2016
Dokumentasi 16 Oktober 2016
Evaluasi Kegiatan di pimpin oleh Bapak Donny Aryanto
Dokumentasi
16 Oktober 2016
Di
Stand Kesehatan dan Edukasi Pemisahan Sampah Oleh Panitia Clean Action bersama
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
Dokumentasi 16 Oktober 2016
Aksi Gabungan Clean Action JABODETABEK dan Komunitas Lainnya
Dokumentasi 16 Oktober 2016
Aksi Gabungan Clean Action JABODETABEK dan Komunitas Lainnya
Dokumentasi
16 Oktober 2016
Di
Tempat Pembuangan Sampah Universitas Indonesia, Depok
Dokumentasi
16 Oktober 2016
Setelah
Evaluasi Aksi di Balairung Universitas Indonesia, Depok
Jumat, 30 September 2016
SEBERKAS CAHAYA BERSAMA FORUM LINGKAR PENA
TBM Rumah Cahaya FLP Depok atau kepanjangan dari Taman Baca Masyarakat Rumah baCa dan Hasilkan karYa FLP Depok. Disinilah pertama kalinya saya bersentuhan langsung dengan anggota FLP Depok dalam program amal Launching Rumah Cahaya FLP Depok dan Donasi bagi 100 anak yatim dan dhuafa pada tanggal 1 Ramadhan 1434 H yang bertempat di kediaman Mbak Galuh Kencoro Wulan beralamat di Griya Lembah Depok Blok B3. TBM Rumah Cahaya FLP Depok ini sendiri di buat dengan maksud meningkatkan minat baca bagi masyarakat sekitar dan dijadikan tempat belajar menulis bagi anak-anak dan masyarakat. Adapun kegiatan lainnya adalah penanaman nilai moral, etika, agama, sosial dan ilmu pengetahuan melalui dongeng edukasi.
Awal mula dari sebuah
kesukaan terhadap kegiatan sosial dan edukasi membuat saya ingin bergabung
bersama TBM Rumah Cahaya FLP Depok pada tahun 2013. Ketika itu saya mendapatkan
informasi melalui Facebook tepatnya Grup SMA N 2 Cibinong yang merupakan
informasi dari Alumni bahwa TBM Rumah Cahaya FLP Depok sedang membutuhkan relawan. Satu bulan sekali biasanya diadakan dongeng bulanan yang disampaikan
oleh Para Anggota FLP yang mendalami seni mendongeng diantaranya Kak Pita, Kak
Galuh, Kak Igit, Kak Dhita, Kak Bening. Menurut saya cara mendongeng merupakan
cara yang efektif dalam penyampaikan pesan kepada anak usia dini.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Pupung Puspa Ardini yang merupakan Mahasiswi jurusan PAUD FIP Universitas
Negeri Gorontalo pada Juni 2012, menyimpulkan bahwa dongeng fantasi modern dan
tradisional menarik bagi anak untuk disimak. Keduanya memberikan kesempatan
kepada anak untuk berimajinasi dan tanpa disadari memudahkan anak untuk
menyerap informasi dan memahami tentang nilai-nilai perkembangan moral.
Sehingga baik dongeng fantasi modern maupun tradisional keduanya dapat
meningkatkan perkembangan moral anak yang memiliki kemampuan komunikasi rendah.
Begitu pula bagi anak yang memiliki komunikasi tinggi. Namun, bagi anak-anak
yang memiliki komunikasi tinggi, dongeng fantasi modern lebih meningkatkan
perkembangan moral anak.
Disepanjang pengalaman
saya bergabung menjadi relawan TBM Rumah Cahaya FLP Depok, dongeng tidak hanya
disukai oleh anak-anak tetapi juga remaja, dewasa dan orang tua. Dongeng dapat
membuat kita tertawa dan merelaksasikan fikiran kita menjadi lebih tenang dan
bahagia. Ada sebuah pepatah mengatakan
“Bertemanlah dengan
tukang minyak wangi kita akan ikut wangi, berteman dengan tukang minyak kita
akan ikut bau minyak”
Artinya Jika berteman
dengan tukang minyak wangi maka tubuh kita akan terkena harumnya wangi
dari minyak wangi. Jika berteman dengan tukang minak tanah, kita bisa terkena
bau minyak tanahnya. Menurut saya pepatah itu benar karena semenjak berteman
dengan para anggota FLP saya memiliki motivasi untuk belajar mendongeng dan
menulis.
Tepatnya di pertengahan
tahun 2014, FLP Depok mengadakan perekrutan anggota baru BATRE 12 atau
kepanjangan dari Basic Writing Training
for Beginner. Saya selalu percaya bahwa dalam hidup ini tidak ada yang namanya
kebetulan. Berhubung saya sering berkunjung dan sekedar menghilangkan penatnya
fikiran, teman-teman disana menawarkan saya untuk ikut bergabung bersama Forum
Lingkar Pena Depok. Ketika itu ketua FLP Depok adalah Pekik Bayu Mukti. Dengan
senang hati saya menerima tawaran tersebut. Sebuah catatan tambahan yang perlu
digaris bawahi saya tidak memiliki skill khusus dalam bidang kepenulisan namun
saya menyukai dunia menulis. Oleh karena itu saya berniat untuk bergabung.
Apalagi ketika saya menemukan sebuah
tulisan ini di Sosial Media.
“ Semua penulis akan
meninggal. Hanya karyalah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah sesuatu
yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti. (Ali bin Abi Thalib).”
Selain itu, menurut
saya menulis adalah salah satu cara membagikan ilmu.
Sejarah
Berdirinya FLP
Forum Lingkar Pena
adalah komunitas (calon) penulis yang didirikan 22 Februari 1997. Dalam sepuluh
tahun perkembangan FLP menjadi wadah ribuan orang untuk mengasah diri sebagai
pengarang/penulis, menerbitkan lebih dari 600 buku, bekerjasama dengan tak
kurang dari 30 penerbit, dan membuka cabang di 125 kota di Indonesia dan manca
Negara, seperti Singapura, Hong Kong, Jepang Belanda, Amerika, Mesir, Inggris,
dll. Para aktivisnya kemudian mendirikan Rumah-Rumah Cahaya (Rumah baCa dan Hasilkan
karYa) di setiap sekretariat cabang FLP.
Tahun 1997 Helvy Tiana
Rossa mengajak Asma Nadia, Muthmainah serta beberapa temannya dari Fakultas
Sastra Universitas Indonesia bertemu di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas
Indonesia. Pertemuan berlanjut dengan diskusi tentang minat membaca dan menulis
di kalangan para remaja Indonesia. Percakapan tersebut sampai pada kenyataan
semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan bacaan anak muda yang mau
berkiprah di bidang kepenulisan, tetapi potensi mereka kerap tak tersalurkan
atau intensitas menulis masih rendah, diantaranya karena tiadanya pembinaan
untuk peningkatan kualitas tulisan.
Akhirnya yang hadir
sepakat untuk membentuk organisasi kepenulisan. Maka pada tanggal 22 Februari
1997 berdirilah Forum Lingkar Pena, sebagai badan otonom Yayasan Prima, dan
Helvy Tiana Rossa terpilih sebagai Ketua Umum. Saat itu anggotanya hanya 30
orang saja. Mereka pun mengadakan acara rutin pekanan dan bulanan berkaitan
tentang penulisan untuk anggota, dengan mengundang beberapa pakar di bidang
tersebut.
Tahun 1998, seorang
penulis muda dari Kalimantan Timur, Muthi Masfufah, mendirikan FLP Wilayah Kalimantan Timur yang berpusat di
Bontang serta cabangnya di Samarinda, Balik Papan, Tenggarong dan Sangatan. Inilah kepengurusan wilayah pertama dalam sejarah FLP. Pada tahun
1999, mulai banyak permintaan dari daerah, untuk membentuk kepengurusan FLP di
tiap provinsi.
Majalah Annida, sebuah
majalah fiksi Islami bertiras sekitar seratus ribu eksemplar perbulan yang
Helvy Tiana Rossa pimpin pada waktu itu, menjadi salah satu sarana bagi
munculnya karya-karya anggota FLP. Majalah tersebut juga membuat rubric khusus
berisi info FLP dan menjadi sarana merekrut anggota baru. Yang mengejutkan,
lebih dari 2000 orang mendaftar menjadi anggota melalui Annida. Ditambah lagi,
sampai tahun 2003, berdasarkan masukan dari tiap wilayah, tak kurang dari 3000
orang telah mendaftarkan diri pula melalui berbagai acara yang digelar oleh
perwakilan-perwakilan FLP di seluruh Indonesia dan mancanegara.
Konsep
Forum Lingkar Pena
Konsep yang diusung
oleh Fprum Lingkar Pena dapat dilihat dari visi, misi, dan program kerja FLP.
Visi
FLP
yaitu membangun Indonesia cinta membaca dan menulis serta membangun jaringan
penulis berkualitas di Indonesia.
Misi
FLP diantaranya :
- Menjadi wadah bagi penulis dan calon penulis
- Meningkatkan mutu dan produktivitas (tulisan) para anggotanya sebagai sumbangsih berarti bagi masyarakat
- Turut meningkatkan budaya membaca dan menulis, terutama bagi kaum Indonesia
- Menjadi organisasi yang turut membina kelahiran penulis baru dari daerah di seluruh Indonesia.
Program
Kerja FLP:
- Mengadakan pertemuan rutin (bulanan) bagi para annggotanya dengan mengunang pembicara tamu dan kalangan satrawan, jurnalis atau cendikiawan.
- Pelatihan penulisan mingguan
- Mengadakan diskusi/ seminar tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan kepenulisan atau situasi kontemporer
- Mengadakan bengkel-bengkel penulisan
- Aktif mengirimkan tulisan ke berbagai media massa
- Menerbitkan butetin dan majalah
- Membuat scenario teater, sinetron, film dan lain sebagainya
- Kampanye Gemar Membaca dan Menulis ke SD, SMP, SMU, Pesantren dan Universitas di Indonesia secara berkala
- Mengadakan berbagai sayembara penulisan untuk pelajar, mahasiswa dan kalangan umum
- Pemberian Anugrah Pena
- Pelaksanaan program Rumah Cahaya (Rumah baCa dan Hasilkan karYa) di berbagai tempat di Indonesia
- Kampanye “Sastra untuk Kemanusiaan”(Salah satunya dengan penerbitan Antologi Cinta, yaitu buku-buku yang ditulis bersama. Seluruh penjualannya diberikan pada program kemanusiaan)
- Menerbitkan minimal 10 buku karya para angota perbulannya, dan lain-lain.
Tepat pertengahan tahun
2014 saya bergabung menjadi anggota FLP Depok. Di hari itu, tepatnya ada 5
orang peserta yang hadir beserta saya. Lima peserta dari Dua Belas Peserta yang
terdaftar diantaranya Saya, Fitia Suherman, Ricky Pratama, Fidya Yolanda
Polontalo dan Budi Arni. Lalu masing-masing minggu selanjutnya peserta
pelatihan yang datang adalah Fika, Umi Sumiati, Daisya Aulia, Rahmatia, Rahmi
Imanda dan Pipit. Menurut saya mereka adalah orang-orang hebat karena saya banyak
belajar dari mereka tentang dunia sastra dan kepenulisan.
Pelatihan di BATRE 12
biasanya di lakukan setiap 2 minggu sekali. Di minggu pertama pertemuan kami
membahas tentang Jenjang FLP dan tugas menggali Ide. dan disinilah tercetus jargon kami “Tumbuh
Bersama Meraih Impian”, minggu pertemuan kedua kami melangusngkan pertemuan di
acara Sosial Media Festival di FX Sudirman dimana disana kami mengadakan
festival antar komunitas , pertemuan ke
3 di Taman Lingkar Universitas Indonesia tepatnya di danau depan Perpustakaan
Universitas Indonesia, disana saya membacakan puisi berjudul Ketika TanganNya
Berbicara. Di sana kami melangsungkan uji nyali pembacaan puisi di depan umum
yang dihadiri tidak hanya pada anggota BATRE 12, tetapi juga oleh BATRE
sebelumnya. Diantara mereka semua adalah Pekik Bayu Mukti , Yaya Suryana, Mak
Long Ayu, Nindy Fanswari, Kowako Tami, Retno, Daisya, Fidya Yolanda, Fika Al-
Banni, Rahmi Imanda, Budi Arni, Ricky Pratama. Pertemuan satu bulan sekali dalam pengajian sastra yang berlangsung di Museum Bank Mandiri yang
berada di Jakarta Kota teyang dihadiri oleh sastrawan seperti Sapardi Djoko
Darmono, Intan Savitri yang merupakan Manager Penerbitan Sastra Budaya PT Balai
Pustaka dan Putu Fajar yang merupakan Redaktur Kompas Minggu. Lalu pelatihan di
lanjutkan dengan pertemuan dengan para penulis lainnya seperti Noor.H.Dee yang
merupakan penulis cerpen Resep Airmata. Dimana cerpennya dimuat di Sepasang
Mata untuk Cinta yang Buta, di Lingkar Pena Publishing House 2008, Koko Nata yang merupakan penulis cerpen Anak,
Perempuan, Tetangga Sebelah dan novel Ketika Nyamuk Bicara.
Pelatihan BATRE 12
memang telah selesai sejak tahun 2014, walaupun ada beberapa agendanya yang
tidak terlaksana karena masalah teknis, namun semangat kami tidak pudar sampai
disana. Di luar pelatihan resmi tersebut kami belajar mandiri untuk mencari
narasumber. Akhirnya kami pun menemukan pelatihan menulis skenario film bersama
Ghozy Haqqi anggota FLP Senior kami. Karyanya telah hadir di layar Televisi
beberapa waktu lalu dengan judul Sinetron Siapa Suruh Datang Jakarta. Pelatihan
bersama beliau ini bertempat di Taman Universitas Indonesia di pelataran gedung
Science and Eco Park.
Untuk mewujudkan misi ke 3 FLP yaitu turut
meningkatkan budaya membaca dan menulis, terutama bagi kaum Indonesia. Salah
satu acara FLP mengadakan seminar untuk anggota FLP beserta masyarakat umum
dibalai - balai pertemuan. Salah satunya dengan mengundang Helvy Tiana Rossa
yang merupakan penulis novel Ketika Mas Gagah Pergi sekaligus Pendiri FLP pada hari
Ahad tanggal 26 Oktober 2016 yang bertempat di Ruang TPAI Masjid Al-Ghifari
Bogor. Adapun tema pengajian sasta tersebut “Sastra dan Pembentukan Karakter” .
Dalam acara pengajian sastra tersebut
ada beberapa hal yang dibahas di antaranya
1. Uswatun
hasanah artinya teladan yang baik, Panutan dan teladan umat Islam adalah Muhammad SAW. Seorang laki-laki pilihan Allah
SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran yang benar yaitu Agama Islam.
2. Pembahasan
tentang AL-Quran yang dapat mengubah seseorang karena hikmah dalam Al-Quran
yang merupakan pemberi harapan dan kabar gembira.
3. Pengubahan
pola berfikir dalam penyampaian suatu masalah yang salah dengan bahasa yang
benar dan menyejukkan hati, serta mudah dipahami oleh orang lain. Dalam
berbagai literature tentang komunikasi Islam, kita dapat menemukan setidaknya
enam jenis gaya bicara atau pembicaraan yaitu : (qaulan) yang dikategorikan
sebagai kaidah, prinsip, atau etika berkomunikasi Islam, yaitu:
a. Qaulan
Sadida adalah suatu pembicaraan, ucapan,
atau perkataan yang benar, baik dari segi substansi (materi, isi, pesan) maupun
redaksi (tata bahasa). Dalam firman
Allah QS: An-Nisa ayat 9
“Dan
hendaklah takut kepada Allah orang – orang yang seandainya meninggalkan
dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatirkan terhadap
(kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah
dan hendaklah mereka mengucapkan Qaulan Sadida yaitu perkataan yang benar.”
b. Qaulan
Baligha artinya menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif,
mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah, dan tidak berbelit-belit atau
bertele-tele. Dalam firman Allah QS An-Nissa 63
“
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati
mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan
Baligha perkataan yang berbekas pada jiwa mereka."
c. Qaulan
Ma’rufan artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun, menggunakan
sindiran (tidak kasar), dan tidak menyakitkan atau menyinggung perasaan. Qaulan
Ma’rufah juga bermakna pembicaraan yang bermanfaat dan menimbulkan
kebaikan (maslahat). Dalam firman Allah
QS An-Nisa 5
“
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya,
harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok
kehidupan. Sebagai gantinya maka berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil
harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Ma’rufa, kata-kata yang baik."
d. Qaulan
Karima adalah perkataan yang mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan
mengagungkan, enak didengar, lemah lembut dan bertatakrama. Yang mana telah
Allah firmankan dalam Al-Quran surat Al-Isra 23
“Dan
Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tuanmu dengan sebaik-baiknya. Jika
salah seorang di antara keduanya atau kedua duanya sampai berumur lanjut dalam
pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan
‘ah’ dan kamu janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan
Karimah yaitu ucapan yang mulia."
e. Qulan
Layinan adalah pembicaraan yang lemah lembut, dengan suara yang enak didengar,
dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati. Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, yang
dimaksud layina ialah kata-kata sindiran, bukan dengan kata-kata terus terang
atau lugas, apalagi kasar. Dalam firman Allah (QS Thaha : 44)
“
Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan Qulan Layina yaitu kata-kata
yang lemah-lembut..”
f. Qaulan
Maysura hanya satu kali disebutkan dalam Al-Quran, (QS.Al-Israa :28)
“Dan
jika kamu berpaling dari Tuhannya yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada
mereka Qaulan Maysura ucapan yang mudah.
4. Tujuan
tulisan dengan tidak mengharap bonus atau royalti tetapi untuk menggerakkan
orang lain untuk orang lain.
5. Induk Ilmu terdiri dari dua jenis yaitu sasta
dan filsafat
6. Ajarkanlah
sastra pada Anak-anak kalian agar mereka menjadi orang yang kuat tidak pengecut,
dan pemberani. _Umar bin Khatab_
7. Menulis
merupakan profesi yang dapat disandingkan dengan kemampuan bahasa, membaca,
menyimak, berbicara dan menulis.
8. Sastra
merupakan keindahan, kejujuran dan kebenaran
9. Penyampaian
pesan dari Helvy Tiana Rossa “ Terima
cinta mari terus bersastra” dan pembacaan janji dan tekat menulis minimal 1
buku selama hidup.
Beberapa tahun berkumpul dan
bersilaturahmi dengan para Anggota FLP dan pengurusnya mengubah banyak pola pikir
dalam hidup saya. Kini FLP Depok telah memiliki 13 Angkatan. Didalamnya saya
menyadari masih ada pula kekurangannya. Tetapi saya harap FLP Depok dapat
menambah angkatan baru kembali. Agar semakin banyak jiwa-jiwa yang menebarkan
manfaat lagi melalui sastra.
DOKUMENTASI BERSAMA FLP
Hari Pelatihan Pertama BATRE 12 FLP
Depok di TBM Rumah Cahaya FLP Depok
Pameran dan
Latihan Kepenulisan di Sosial Media Festival FX Sudirman
Pertemuan Pelatihan BATRE 12 di TBM Rumah Cahaya FLP Depok
Dokumentasi Pasca Pembacaan Puisi di Lingkar Taman Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok
Dokumentasi Belajar Mendongeng di TBM Rumah Cahaya FLP Depok
Pertemuan Pelatihan BATRE 12 di TBM Rumah Cahaya FLP Depok
Dokumentasi Pasca Pembacaan Puisi di Lingkar Taman Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok
Dokumentasi Belajar Mendongeng di TBM Rumah Cahaya FLP Depok
Milad TBM Rumah Cahaya FLP Depok
Daftar Pustaka
Arini. 2012. Pengaruh Dongeng dan Komunikasi
Terhadap Perkembangan Anak. www.journal.uny.ac.id.
Diakses pada tanggal 25 September 2016
Karim, Nisa Miftahul. Macam-macam Qaulah. http://themilikkita.blogspot.com. Diakses
pada 30 September 2016
Rossa, Helvy Tiana, 2016, Sejarah Forum Lingkar Pena
. http://flpkita.wordpress.com. Diakses
pada tanggal 29 September 2106
Rabu, 14 September 2016
PEMUDA BERKEMEJA BIRU
PEMUDA BERKEMEJA BIRU
Seorang pemuda berkemeja biru tersenyum ketika melintas di depanku . Tingginya kurang lebih 170 cm, kulitnya putih bersih, wajahnya oval, rambutnya hitam lebat. Seketika di duniaku hanya ia yang hidup.
“Mawar!“
Tiba-tiba seseorang memanggilku. Aku memutar badan menuju pusat suara. Ternyata Rumi teman satu kerjaku.
“Ya?”
“Mawar, Tolong antarkan berkas ini ke ruang dr. Stelly.”
“Oh, oke.”
Sedikit terganggu, Aku mengambil berkas tersebut dan bergegas mengantarkannya.
Setelah itu, Aku kembali ke ruang jaga. Namun, pemuda itu telah menghilang. Berhari-hari Aku memikirkannya. Walaupun tidak mengganggu rutinitasku, tetapi bayangan pemuda itu terus melekat dipikiranku.
“Ini gila! Untuk apa Aku memikirkan orang yang tidak kuketahui siapa dia!”
****
Arlojiku telah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Antrian pasien di ruang tunggu sudah membludak dan tak menyisakan bangku kosong. Seketika, mataku terhenti pada sosok familiar. Bergegas Aku menghampirinya. Ternyata Ia adalah teman SMA-ku. Namanya Raisya.
“Mawar! Kamu apa kabar?”
“Alhamdulillah, sehat. Siapa yang sakit?“
“Aku, perut bagian bawahku sakit. Ternyata minggu kemarin saat ke dr. Giya, Aku di diagnosa usus buntu. Sehingga disarankan untuk konsultasi ke dokter bedah."
Diperjumpaan itu, Aku sedikit bernostalgia tentang masa SMA kami. Hingga akhirnya Aku mengakhiri perbincangan karena harus menjalankan tugas.
“Ohya?” Raisa nampak melihat arlojinya.
Setengah jam kemudian dr. Puji datang. Setelah menunggu antrian, Raisya pun masuk ke ruang dokter dan menjalankan pemeriksaan. Ternyata dokter menyarankannya untuk operasi usus buntu sore itu karena kondisi Raisya sudah mengkhawatirkan.
Selepas itu, Aku membantu Raisya menyelesaikan administrasi rawat inap. Beruntung hari itu kamar rawat inap tidak penuh. Berbagai macam persiapan operasi langsung dilakukan, seperti pemeriksaan laboratorium, radiologi dan puasa 8 jam sebelum operasi. Tepat pukul 12.00 Raisya masuk ke ruang perawatan sebelum dibawa ke kamar operasi tepat pukul 15.00 WIB.
“Mawar, thanks ya.“
“You’are welcome, Oya kamu sudah menghubungi keluarga?“
“Sudah. Mungkin sore atau malam mereka ke sini.“
“Syukurlah, Aku tinggal ya. Nanti malam aku ke sini lagi.“
Usai mengantar Raisya dan melakukan operan pasien kepada perawat ruang rawat inap, Aku pun meninggalkan ruang perawatan. Tepat pukul 21.00 WIb setelah tugasku selesai, Aku kembali menemui Raisya yang sudah menjalankan operasi.
Raisya masih belum sadar karena efek anestesi yang belum hilang saat aku tiba di kamarnya. Ibunya menunggu dengan penuh kasih dan Aku bergegas menyapa beliau. Kami pun berbincang hangat. Tak beberapa lama kemudian, datang Kakak Raisya.
“Dikta, akhirnya kamu datang juga!” Ibu Raisya bangkit.
Mataku seketika seperti tidak bisa mengerjab. Detak dadaku berdebar kencang tanpa bisa kucegah. Aku melihat sosok itu dengan jelas sekali. Sosok yang selama beberapa hari ini tidak pernah hilang dari pikiranku.
“Nak Mawar, kenalkan, ini Dikta, Kakak Raisya. Minggu lalu dia yang mengantar Rasiya ke rumah sakit ini.”
Di dunia ini memang tidak pernah ada yang namanya kebetulan. Tapi bertahun-tahun yang lalu, tidakkah aku sadar kalau Raisya memiliki kakak setampan ini? Ke mana saja aku?
Oleh : Retno Puspitasary
Seorang pemuda berkemeja biru tersenyum ketika melintas di depanku . Tingginya kurang lebih 170 cm, kulitnya putih bersih, wajahnya oval, rambutnya hitam lebat. Seketika di duniaku hanya ia yang hidup.
“Mawar!“
Tiba-tiba seseorang memanggilku. Aku memutar badan menuju pusat suara. Ternyata Rumi teman satu kerjaku.
“Ya?”
“Mawar, Tolong antarkan berkas ini ke ruang dr. Stelly.”
“Oh, oke.”
Sedikit terganggu, Aku mengambil berkas tersebut dan bergegas mengantarkannya.
Setelah itu, Aku kembali ke ruang jaga. Namun, pemuda itu telah menghilang. Berhari-hari Aku memikirkannya. Walaupun tidak mengganggu rutinitasku, tetapi bayangan pemuda itu terus melekat dipikiranku.
“Ini gila! Untuk apa Aku memikirkan orang yang tidak kuketahui siapa dia!”
****
Arlojiku telah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Antrian pasien di ruang tunggu sudah membludak dan tak menyisakan bangku kosong. Seketika, mataku terhenti pada sosok familiar. Bergegas Aku menghampirinya. Ternyata Ia adalah teman SMA-ku. Namanya Raisya.
“Raisa, Apa kabar?
Masih ingat Aku?”
“Mawar! Kamu apa kabar?”
“Alhamdulillah, sehat. Siapa yang sakit?“
“Aku, perut bagian bawahku sakit. Ternyata minggu kemarin saat ke dr. Giya, Aku di diagnosa usus buntu. Sehingga disarankan untuk konsultasi ke dokter bedah."
Diperjumpaan itu, Aku sedikit bernostalgia tentang masa SMA kami. Hingga akhirnya Aku mengakhiri perbincangan karena harus menjalankan tugas.
“Aku tinggal ya Sya. Tetapi dr. Puji belum datang. Mungkin setengah jam lagi Ia datang. Kamu tunggu dulu ya! Kebetulan Aku yang menjadi asisten beliau.“
“Ohya?” Raisa nampak melihat arlojinya.
Setengah jam kemudian dr. Puji datang. Setelah menunggu antrian, Raisya pun masuk ke ruang dokter dan menjalankan pemeriksaan. Ternyata dokter menyarankannya untuk operasi usus buntu sore itu karena kondisi Raisya sudah mengkhawatirkan.
Selepas itu, Aku membantu Raisya menyelesaikan administrasi rawat inap. Beruntung hari itu kamar rawat inap tidak penuh. Berbagai macam persiapan operasi langsung dilakukan, seperti pemeriksaan laboratorium, radiologi dan puasa 8 jam sebelum operasi. Tepat pukul 12.00 Raisya masuk ke ruang perawatan sebelum dibawa ke kamar operasi tepat pukul 15.00 WIB.
“Mawar, thanks ya.“
“You’are welcome, Oya kamu sudah menghubungi keluarga?“
“Sudah. Mungkin sore atau malam mereka ke sini.“
“Syukurlah, Aku tinggal ya. Nanti malam aku ke sini lagi.“
Usai mengantar Raisya dan melakukan operan pasien kepada perawat ruang rawat inap, Aku pun meninggalkan ruang perawatan. Tepat pukul 21.00 WIb setelah tugasku selesai, Aku kembali menemui Raisya yang sudah menjalankan operasi.
Raisya masih belum sadar karena efek anestesi yang belum hilang saat aku tiba di kamarnya. Ibunya menunggu dengan penuh kasih dan Aku bergegas menyapa beliau. Kami pun berbincang hangat. Tak beberapa lama kemudian, datang Kakak Raisya.
“Dikta, akhirnya kamu datang juga!” Ibu Raisya bangkit.
Mataku seketika seperti tidak bisa mengerjab. Detak dadaku berdebar kencang tanpa bisa kucegah. Aku melihat sosok itu dengan jelas sekali. Sosok yang selama beberapa hari ini tidak pernah hilang dari pikiranku.
“Nak Mawar, kenalkan, ini Dikta, Kakak Raisya. Minggu lalu dia yang mengantar Rasiya ke rumah sakit ini.”
Di dunia ini memang tidak pernah ada yang namanya kebetulan. Tapi bertahun-tahun yang lalu, tidakkah aku sadar kalau Raisya memiliki kakak setampan ini? Ke mana saja aku?
Oleh : Retno Puspitasary
Langganan:
Postingan (Atom)













